Sabtu, 26 Juni 2010

BERKAHNYA MINYAK WANGI



Pada hari Sabtu tanggal 3 April 2010, jam 11.30 di kelas X.B.Seperti biasa siswa belajar Mata Pelajaran Ekonomi setelah melaksanakan ekstra kurikuler (Eskul),dimana siswa mengikuti pelajaran dengan mengerjakan modul dengan judul menghitung pendapatan nasional yang dikerja pada papan tulis secara bergantian.

Dalam suasana seperti itu siswa yang lain memperhatikan temannya yang mengerjakan di papan tulis yakni mardiana dengan nomor soal 14.Dalam soal ini option jawaban tidak ada yang benar, tentu siswa yang lain jadi penasaran “jawabannya koq tidak ada yang benar” dengan nada kesal.Dalam suasana mulai kacau balau ini , sang guru menegaskan bahwa memang soal yang jawabannya tidak ada yang benar memang “benar”.Kalau begitu,siapa yang salah?.Kata siswa dengan nada menyindir.”Yang jelas,buku yang salah,salah cetak barangkali” timpal sang guru.

Kalau siswa sadar tentu ada kepedulian menguikuti proses berpikir di kelas, sebaliknya kalau tidak perhatian maka yang muncul adalah kegiatan ekstrim (tidak fokus pada obyek pelajaran): ada yang cerita, ada yang menganggu temannya, ada yang pakai bedak,ada yang bercermin, selalu mengontrol wajahnya”masih cantik atau tidak”.Ini urusan perempuan.Kalau yang pria uniknya membawa minyak wangi lalu dicermati beberapa menit,ia mencobakan kepada teman-teman sekelasnya dengan dibantu teman wanitanya,otomatis kelas jadi bau surga.Lalu sang guru geleng-geleng kepala,”wah, luar biasa ini”.”Ini minyak wangi dijual atau promosi”,kata sang guru.Dua-duanya pak,”promosi untuk dijual”,kata sang Yudi,pengedar minyak wangi.”berapa kamu jualkan perbotol?”,”limabelasribu !pak!”.”Untungnya berapa perbotol?”.”eh….eh…eh…..anu…pak !”Rahasia perusahaan,nanti temanku dengar”.”Kalo begitu tulis disini”,kata sang guru sambil menyerahkan selembar kertas,lalu ditulis dengan sangat rahasia.”Oh! bagus dengan mimik sang guru yang menyemangati si Yudi yang ia nilai mempunyai jiwa entrepreneur (wira usaha).

Begini saja nanda, terutama si Yudi ini,”sejak saya masuk di kelas ini,saya cermati kegiatannya lain.Dari pada menganggu suasana belajar dengan promosi minyak wangi dengan seribu rasa dan aroma. Lebih baik minyak wanginya itu dititip saja di Koperasi Siswa.Disana anda dapat berbagi dengan koperasi, yang memang koperasi itumilik anda dan milik semua siswa SMA Negeri 3 Sengkang.Kelebihannya,si Yudi dapat Sisa Hasil Usaha (SHU), si Yudi juga dapat keuntungan dari minyak wanginya”.Mendengar rayuan gombal sang guru.Si Yudi otaknya terasa menjadi lebih “besar”.’betul…betul….betul , pak!. Insya Allah hari senin saya akan bawa minyak wangi jualanku di Koperasi Siswa sebanyak 20 botol dengan aneka rasa dan aroma.Yang pasti saya tidak lagi menganggu proses belajar di kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN UNGGULAN

Paskibraka Kab.Wajo Parade I di SMA 7 Wajo