Jumat, 30 September 2022

JUMATAN


 

Info Tempat Tugas Alumni Koperasi Angk. 89 IKIP UP

 




1. Minwal Alwi/SMPN 4 CAMPALAGIAN,  Polman.

2. Sabar Nur. SMA Neg. 1 Polewali. Polman

3. Suardi Lantong/ SMAN     8 Pinrang

4. Masriani/ SMAN 11 Pangkep

5. Norhana Admirani/ SMAN 4 Pangkep

6. Baco Samsir,  SMAN 2 luwu Utara

7. Nurdin MS SMAN 7 Wajo

8. Muslimin/pengawas dinas dikbud prov.

 Sulawesi barat

9. Abdul Rozak Fahrudin, sma 17 samarinda

10. Andi Saidah   SMAN 2   Bone.

11.Nur Asking M.

 SMPN 4 DUA PITUE.

SIDRAP.

12. Basri, SKB Jenepontog

13. Asrianto Pakan  SMKN 1 Enrekang

14. Isah..SMPN 1 Bone-Bone..Luwu Utara

15. Nahira. SMPN 2 Palopo

16. Ramli Razak : MAN Wajo

17. FIRDAUS, SMPN 2 Dapurang, Kab. Pasangkayu.

18. Tukinah, SMPN 4 Polewali, Polman, Sulbar.

19. Rosnang,  Pengawas Diknas Kab.Soppeng                       

20. Markus Rano Pangalinan, SMPN 1 Tallunglipu, Toraja Utara.

21. Kalalantinu SMAN 1 Burau Lutim.

22. Syamsuddin,  SMPN 1 Pinrang Kab. Pinrang

22. Ruiyah SMPN 17 marusu Kab.  Maros

23. Ahdar Saleh, Dinas pendidikan Kota Makassar

24. Anwar Hamid, PT Freeport TBK, Papua

25. Hery Subagyo, PT Freeport TBK, Papua.


Kamis, 22 September 2022

SMA 7 Wajo Juara 1 Lomba Mading Ilmiah Alkali Contest Se Sulsel 2022 yang diselenggaran oleh UIN Alauddin Makassar.

 






Alkali Contest 2022 bertemakan " Peran Generasi Muda sebagai Agent of Change dalam Perkembangan Renewable Energy" yang diselenggarakan oleh HMJ Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar dalam ajang lomba Mading Ilmiah pada tanggal 21 September 2022 yang diikuti oleh 15 tim dari 13 SMA/SMK/MA se-Sulawesi Selatan. Lomba Mading Ilmiah ini dimenangkan oleh 2 Tim dari UPT SMA Negeri 7 Wajo.. Berikut nama-nama pesertanya :


TIM 1 : Judul Mading " Renergfort ( Renewable Energy For The Future)

1. NUR AULIA AUDINA (XII IPA KHUSUS)

2. MAULIDA FATIMAH ZAHRA (XI IPA KHUSUS)

3. EMMA AMANDA HS (XII IPA 1)

4. MUH. IRHAM (XII IPA 1)

5. MUHAMMAD ISMAIL USMAN (XII IPA 1)


 Tim 2 : Judul Mading " Generasi Emas Mewujudkan Keajaiaban Sains"

1. ISFANA FATIMAH DARMAN (XI IPA KHUSUS)

2. ANDI ANASTIA MAGFIRA (XI IPA KHUSUS)

3. BESSE AMINAH LONGI (XI IPA KHUSUS)

4. FADHILAH SHAFWANI MULIADI (XI IPA KHUSUS)

Jumat, 16 September 2022

APALAH ARTI SEBUAH NAMA ? KARENA NAMA ADALAH DOA

 Nemu gambar dibawah ini...

Mungkin orang tua nya berharap sang anak jadi jenderal,..

Bukan seorang pembunuh....

Ada banyak juga orang tua yang memberi nama anaknya dengan nama artis, nama tokoh yang di idolai...

Atau sebuah nama yang terdengar bagus di telinga, walau tidak memiliki arti ..

What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet," kata William Shakespeare (26 April 1564-23 April 1616), pujangga terbesar Inggris, yang artinya kurang lebih, “Apalah arti sebuah nama? Andaikata kita memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi.”

Wiliam Shakespeare adalah seorang aktor dan penulis drama terkenal dari Inggris

Pernah dengar novel yang berjudul " Romeo and Juliet..?"

Itu adalah salah satu karya dari Wiliam Shakespeare .

Banyak orang yang sependapat dengan Wiliam Shakespeare....

Apalah arti sebuah nama ?

Yang penting prestasi...

Yang penting anaknya , tumbuh menjadi anak yang baik...

Karena mawar akan tetap wangi andaikata di ganti dengan nama ya jelek sekalipun...!!

Tapi benarkah, apa yang dikatakan oleh Shakespeare ?...

Apalah arti sebuah nama ?...

Bagaimana Islam memandang arti sebuah nama ?

agama Islam memandang nama adalah suatu hal yang penting dan terkait dengan beberapa hukum baik di dunia maupun di akhirat.

Sesungguhnya panggilan nama seseorang di dunia adalah panggilannya kelak di akhirat, sehingga apabila ada orang yang namanya seram, jelek, mengandung arti konotasi negatif atau kurang indah di dunia, misalnya: “phyton", kobra  yang merupakan nama ular, Cakil, Ceper,  dll“, maka itulah nama yang ia dipanggil di akhirat kelak. Terlebih lagi dia ridha dan senang dengan panggilan seperti itu.

Ada juga orang tua yang memberi nama yang aneh, sehingga anak menjadi malu dengan namanya.

Aku pernah punya teman yang sangat cantik, tetapi memiliki nama yang aneh sehingga dia sering di-bully karena namanya, dan itu membuatnya malu 🥺 

Atau nama-nama yang mengandung arti pesimistis, misalnya "prihatin",...

Rasullullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‏ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺄَﺳْﻤَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺃَﺳْﻤَﺎﺀَﻛُﻢْ

“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian” [HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi, Sebagian ulama menilai sanadnya munqathi’, Sebagian menilai sanadnya jayyid]

Demikian dalam Fatwa Syabakah  Islamiyyah dijelaskan bahwa seseorang akan dipanggil sesuai namanya dan dinisbatkan pada nasab bapaknya:

ﻓﺎﻟﻈﺎﻫﺮ – ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﻋﻠﻢ – ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻳﺪﻋﻮﻥ ﺑﺄﺳﻤﺎﺋﻬﻢ ﻣﻨﺴﻮﺑﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺁﺑﺎﺋﻬﻢ ﻻ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻬﺎﺗﻬﻢ

“Pendapat yang kuat -wallahu a’lam- bahwa manusia pada hari kiamat akan dipanggil sesuai dengan nama mereka (di dunia) dan dinisbatkan pada bapak mereka, bukan pada ibunya.” [Fatawa no. 20374]

Ibnul Qayyim menjelaskan pentingnya nama, beliau berkata,

ﺇﻥ ﺍﻟﺘﺴﻤﻴﺔ ﻟﻤﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﻘﻴﻘﺘﻬﺎ ﺗﻌﺮﻳﻒ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﺍﻟﻤﺴﻤﻰ ﻷﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﻭﻫﻮ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﺍﻻﺳﻢ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻣﺎ ﻳﻘﻊ ﺗﻌﺮﻳﻔﻪ ﺑﻪ

“Sesungguhnya pemberian nama pada hakikatnya berfungsi untuk menunjukkan definisi/identitas penyandang nama (yang diberi nama), karena jika ia didapati tanpa diketahui (tanpa nama), maka ia tidak bisa dikenali.” [Tuhfatul Maudud hal. 61, Dar Kutub Al-‘Ilmiyyah].

Hendaknya kita memperhatikan ketika:

1.Memberi nama pada anak

2.Memperkenalkan nama diri kita

3.Memanggil nama orang lain

Yaitu berikan nama anak dengan nama yang baik dan gunakan nama baik tersebut ketika kita memperkenalkan diri ke masyarakat. Janganlah ridha dan senang dengan panggilan nama yang buruk atau jelek maknanya, serta kita tidak ikut-ikutan memanggil orang lain dengan nama atau gelaran yang buruk.

Ada pepatah Arab yang mengatakan,

لِكُلِّ مُسَمَّى مِنْ اِسْمِهِ نَصِيْبٌ

“Setiap orang akan mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya.”

Ini menunjukkan bahwa jika nama yang diberikan adalah nama yang terbaik, maka atsarnya (pengaruhnya) pun baik. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa nama yang terbaik adalah ‘Abdullah karena nama tersebut menunjukkan penghambaan murni pada Allah. Begitu pula, dalam beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memberi nama dengan nama yang buruk seperti ‘Ashiyah (wanita yang bermaksiat, dengan huruf ‘ain dan shod), Hazn (sedih) dan Zahm (sempit).

Intinya, nama begitu pengaruh dalam diri orang yang diberi nama. Coba bayangkan bagaimana jika seorang anak diberi nama dengan Hazn (sedih), pasti ia akan jadi orang yang terus-terusan bersedih karena mengingat namanya tersebut. Itulah urgensi penting dalam pemberian nama bagi si buah hati.

Pengaruh lainnya lagi, dari nama terbaik, seseorang dapat mengetahui bagaimanakah orang tuanya. Orang tuanya dapat diketahui dari nama anaknya, apakah ortunya itu sholih atau tholih (lawan dari sholih). Sebagaimana orang arab pun mengatakan,

مِنْ اِسْمِكَ أَعْرِفُ أَبَاكَ

“Dari namamu, aku bisa mengetahui bagaimanakah ayahmu.”

Dari nama yang baik pula, seseorang bisa menyebarkan kebaikan. Lihatlah bagaimana jika seseorang diberi nama “Musa”. Dari nama ini, setiap orang yang mendengar nama tersebut bisa mengingat bagaimanakah sifat dan akhlaq mulia dari Nabi Musa ‘alaihis salam. Oleh karena itu, pemberian nama yang baik di sini termasuk menyebar sunnah hasanah di tengah-tengah umat. Maksud kami ini sebagaimana disebutkan dalam hadits,


مَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا


“Barangsiapa yang memulai mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan pahala orang yang mencontoh perbuatan itu.” (HR. Muslim no. 1017)[2]

Gerakan Donasi SMA 7 Wajo

 



Minggu, 11 September 2022

KISAH CENDIAKIAWAN YANG SOMBONG

 Seorang cendikiawan sombong menumpang perahu, ketika hendak menyebrang ke pulau, ia bertanya pada tukang perahu

“Sobat, pernahkan Anda mempelajari Matematika?”

“sedikit” ujar tukang perahu tersebut

Sayang sekali, berarti Anda telah kehilangan 25% dari kehidupan Anda.”ucapnya menghakimi

"Anda pernah mempelajari ilmu filsafat?” tanya cendikiawan itu lagi sambil menaikan kedua alisnya meminta jawaban tukang perahu

“tidak.” Jawab tukang perahu itu polos.

“Dua kali sayang, berarti Anda telah kehilangan lagi 25% dari kehidupan Anda.” Ucapnya membanggakan diri.

“Bagaimana dengan sejarah?” lanjutnya, “Sedikit.” Ujar tukang perahu lagi

“Aduh-aduh…..!” Sesalnya seraya menggeleng-gelengkankan kepala

Mendadak awan gelap, angin bertiup kencang dan terjadi badai. Laut yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang ditumpangi merekapun oleng. Cendekiawan itu pucat ketakutan.

“Hey situ koq tenang-tenang saja. Siapa yang akan menolong kita? Teriaknya gelisah. Sambil tersenyum tukang perahu itu bertanya

“Apakah Tuan pernah mempelajari situasi laut yg tiba-tiba berubah?"

“Tidak.”Jawab cendikiawan. “Atau Tuan pernah belajar berenang?”

“Tidak” jawab cendikiawan itu gemetaran.

“Sayang sekali, Anda tidak pernah belajar situasi laut dan juga tidak bisa berenang berarti anda akan kehilangan 100% kehidupan Anda.”

Pesan moral: "JANGANLAH PERNAH MEMANDANG RENDAH/BODOH SESEORANG KARENA DI BALIK KEBODOHAN SESEORANG JUGA ADA SISI PINTARNYA ". Semoga kita semua bisa mengubah cara pandang kita kepada seseorang walaupun dia hanya seorang tukang perahu.

Wallahu A'lam Bissawab.


HATI-HATI DENGAN PRASANGKA

 Al kisah ada seorang penjahit tua tinggal di sebuah desa kecil, ia biasa menjahit pakaian dengan rapih dan menjualnya dengan harga cukup mahal.

Suatu hari, seorang miskin di desa itu datang kepadanya dan berkata kepada si penjahit :

"Anda menghasilkan banyak uang dari pekerjaan Anda, lalu mengapa Anda tidak membantu orang miskin di desa ini. Lihatlah si penjual daging yang tak punya banyak uang. Justru ia setiap hari bisa membagikan daging gratis kepada orang-orang miskin"

Si penjahit tak menanggapi perkataan tersebut dan hanya tersenyum tenang.

Selanjutnya orang miskin itu berlalu dari rumah si penjahit dan mengabarkan kepada para penduduk desa bahwa si penjahit itu kaya raya tapi pelit, sehingga orang-orang desa membencinya.

Setelah tersiar kabar dari si orang miskin tak lama setelah itu si penjahit tua jatuh sakit, namun tidak ada satupun penduduk desa yang perduli kepadanya. Dan pada akhirnya ia meninggal dalam kesendirian.

Hari-hari berlalu dan orang-orang di desa mulai menyadari bahwa setelah kematian si penjahit tua, si tukang daging kini tidak lagi membagi-bagikan daging gratis kepada orang-orang miskin.

Ketika mereka bertanya kepada si penjual daging, ia pun memberi tahu bahwa si penjahit tua itulah yang biasanya memberi sejumlah uang sedekah secara sembunyi-sembunyi setiap bulan untuk membeli daging, yang kemudian daging tersebut diberikan kepada orang-orang miskin melalui dirinya. 

Dengan meninggal nya si penjahit tua maka berhenti pulalah pemberian daging dari si tukang daging, karena tak ada lagi sedekah dari si penjahit tua. 

Ternyata selama ini pemberian daging tersebut merupakan sedekah dari si penjahit tua, namun ia tak pernah memperlihatkan nya. 

Si penjahit tua itu punya keyakinan bahwa cukup hanya Allah sajalah yang menjadi saksi atas amal perbuatannya. Dan dengan keyakinan nya itulah ia berharap akan terbebas dari resiko hangusnya pahala, karena khawatir akan bersikap ria dan takabur. 

Sadarilah...

Sebagian orang mungkin saja berpikir buruk tentang Anda... 

Tetap berbuat baik, meski kadang kebaikan tak selalu berbuah manis di dunia... 

Sebab sedekah bukan untuk melipat gandakan harta atau untuk menuai banyak pujian, tetapi untuk menyelamatkan dari api neraka. 

Rasulullah shallallahu Alaihi wa'salam bersabda : "Jauhilah api neraka walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma" (HR.Bukhari ).

Sabtu, 03 September 2022

DOKUMENTASI FOTO MENJELANG ADIPURA KAB.WAJO TAHUN 2022 DI SMA 7 WAJO

 Kelas X IPS 4 selama 2 hari (Kamis dan Jumat), melakanakan kegiatan pembersihan dalam rangka Adipura Kabupaten Wajo Tahun 2022. Dengan rasa tanggung jawab sebagai peserta didik SMA 7 Wajo melaksanakan kegiatan itu secara serentak dan massal pada seluruh kelas yang didampingi oleh Wali Kelas masing-masing. Begitu Juga dengan Osis "Taro Ada Taro Gau" serta organisasi mitra di bawah naungan Osis. 




























POSTINGAN UNGGULAN

JUMATAN