Rabu, 13 Juni 2018

Lebaran: Lubang Jarum Konsumerisme

Sentilan di ujung ramadhan
***
(copas tulisan) 

Amin praktis bekerja 24 jam. Ia tinggal di kamar supir, yang berada dalam rumah majikannya. Ia harus stand-by setiap saat. Aku tidak tahu berapa kali sebulan ia mengunjugi istri dan anak-anaknya. Jelas sekali ia hampir tidak punya waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Karena itu, jangan tanya betapa sumringahnya Min ketika ia pamit untuk mudik. Bukan karena di kantongnya ada THR. Bukan karena ia dibebaskan dari perintah tuan dan nyonya untuk sementara waktu. Ia ceria karena ia bisa meluangkan waktu khusus untuk orang-orang yang disayanginya.

POSTINGAN UNGGULAN

Boleh Pintar, tapi Integritas dan Kejujuran lebih penting

Minggu yang lalu, saya tersentak, begitu membaca sebuah tulisan teman di salah satu media sosial. Saya berpendapat bahwa informa...