Sabtu, 22 Agustus 2020

Allah telah memberikan TEGURAN kepada manusia lewat bahasa filsafat.

 TEGURAN semoga pandemi Covid 19 ini menjadi ibrah bagi kita selaku hamba Allah

Allah  telah memberikan TEGURAN kepada manusia lewat bahasa filsafat.


1. MASKER.

Menggambarkan agar kita menjaga mulut, Supaya selalu berkata yang benar. Jika tidak lebih baik* DiAM. 

SUBHANALLAAH....

2. CUCI TANGAN.

Menggambarkan agar kita jangan mengambil yang bukan hak kita. SUBHANALLAAH.....

3. JAGA JARAK. Menggambarkan agar kita selalu menjaga jarak antara halal dan haram.

SUBHANALLAAH.....

4. NEW NORMAL 

Menggambarkan kita agar Hijrah, 

Dari hal yang dilarang Menuju hal hal yang  Diperbolehkan menurut syar'i.

Allahu Akbar....

Allahu Akbar.....

Allahu Akbar.......

Semoga kita semua

Diberi KESEHATAN

Jasmani dan rohani,

Rizki halal berkah barokah.

ANAK-ANAK yang shaleh dan shalihah, Keluarga sakinah, Diselamatkan Dunia dan Akhirat..... Dan semoga akhirnya kita semua husnul khatimah*

Selasa, 18 Agustus 2020

Istiqomah Dengan Karakter Dasar

 

Seorang wanita melihat seekor ular terbakar dan memutuskan untuk mengeluarkannya dari api.  Ketika dia melakukannya, ular itu menggigitnya sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.  Wanita itu menjatuhkan ular itu, dan ular itu pun jatuh kembali ke dalam api.

Kemudian wanita itu melihat sekeliling dan menemukan sebuah tiang logam dan menggunakannya untuk mengeluarkan ular itu dari api, menyelamatkan nyawa ular tadi.

Seseorang yang melihat kejadian itu mendekati wanita tersebut dan berkata, "Ular itu menggigitmu, mengapa Anda masih mencoba untuk menyelamatkannya? "

MEMBELI KERINGAT GURU

 Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,


*Murid* : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?


Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.


Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan  *Gurupun berkata* : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".


"Berapa harga emas seberat itu? "


Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,


"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"


*Guru* : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"


*Murid berkata* : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"


*Guru menjawab* : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas,


dan kami adalah timbangan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "


*Guru berkata lagi, :* "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"


"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "


"Tentu tidak." Ujar guru lagi.


"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."


Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."


Guru berkata : *"Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."*


* Untuk semua guruku, termasuk guru ngajiku. 

Maafkan jika kami kurang menghargai ketulusanmu..


Terima kasih atas segenap perjuanganmu yang telah mendidikku. Barakallahu fiihim....

POSTINGAN UNGGULAN

JUMATAN