Sabtu, 15 Februari 2020

Materi Parenting


*Menciptakan Rumah Surga Tanpa Teriakan* πŸ‘πŸ’«

1. Semua orang menginginkan rumah tangga layaknya surga, agar penghuninya betah di dalamnya.

2. Ciri utama penduduk surga di antaranya *bicara yang lembut.*
*Tidak suka teriak* atau *membentak.*



3. *Kebiasaan berteriak justru merupakan ciri penduduk neraka. (QS 35:37)*

4. Maka jika ada suara teriakan di dalam rumah, itu artinya suasana surga sudah berganti suasana neraka.

5. *Kebiasaan teriak* atau bicara melebihi desibel suara normal akibatnya akan *mengeringkan cinta.*

6. Sejatinya, *cinta adalah kelembutan.* πŸ’–
*Dan tidaklah sesuatu disertai kelembutan kecuali akan memperhiasnya (Al Hadits)*
❤πŸ’™πŸ’šπŸ’›πŸ’œ

7. Itulah kenapa bukti cinta kepada Allah diminta kita untuk
*Berdzikir dengan suara yang lembut, tidak berteriak di hadapan-Nya.*
*(QS. 7:205)*

8. Kebiasaan berteriak di dalam rumah tangga sejatinya akan *mengurangi rasa cinta.*

9. Penting bagi setiap keluarga yang merindukan suasana surga, agar mengurangi teriakan di dalam rumah, terlebih untuk anak-anak kita.

11. *Kebiasaan berteriak atau membentak* di depan *anak* diakui oleh para ahli akan *mengaktifkan batang otak anak.*

12. *Batang otak* itu yang disebut *otak reptil* atau *otak refleks.*
Anak cenderung merespon masalah tanpa berpikir.

13. *Diledek teman refleks memukul.*
Ini tersebab *batang otaknya lebih dominan daripada korteksnya,* yang mengajak dia untuk tidak berpikir.

14. *Anak* yang *batang otaknya menebal* cenderung *merespon sesuatu dengan prinsip 'flight or fight'.*

15. *Solusi* akan *jarang keluar* dari anak dengan model begini. Yang ada adalah *memuaskan emosi/ ego nya semata.*

16. Maka, *anak-anak / orang* yang *gampang marah,*
*tawuran* dan lain sebagainya,  bisa dibilang karena
*batang otaknya cenderung lebih dominan.*

17. Dan kalau ditelusuri *penyebab awalnya,* yakni
*kebiasaan dibentak atau diteriaki dari kecil* baik oleh ortu atau guru di sekolah.

18. *Dampak berikutnya* dari kebiasaan berteriak di hadapan anak adalah: *menghancurkan sel-sel otaknya.*

19. *Satu kali teriakan kepada anak di bawah usia 5 tahun* akan
*menghancurkan 10 ribu sel otaknya dari setiap teriakan.*

20. Hitung deh sudah berapa kali bentak anak.
Kalikan 10 ribu. Maka, itulah
*dosa kita yang membuat anak kita gak pintar-pintar.*

21. *Berteriak itu belum tentu membentak.* Bisa jadi sekedar *bercanda untuk menyemangati.* Ini *tetap berbahaya dan terlarang untuk dilakukan.*

22. Kalau mau ,  *teriak di lapangan saja,* di mana *jarak ke anak kira-kira seratus meter.*

23. Kembali kepada inti *Rumah Tangga Surga.* Yakni *kebiasaan bicara lembut.* Bahkan lebih baik *berbisik-bisik di telinga anak untuk tumbuhkan cinta.*

24. Tentu *kelembutan* ini
*bukan berarti mengabaikan ketegasan.*

25. Sebab *ketegasan* itu *bisa dilakukan tanpa harus berteriak-teriak.*

26. Jadi, jika ada yang teriak-teriak di rumah kita, katakan:
*Ini Rumah Surga. Di surga bicaranya lembut. Hanya penduduk neraka yang suka teriak.*

27. Kesimpulannya, jika ingin *memperbaiki pola asuh* dan *hubungan harmonis* dalam rumah tangga,
*perbaiki cara komunikasi kita.*

28. Dengan *perbaikan komunikasi,* maka
*menjadi baiklah amalan kita yang lainnya.*

πŸ’«πŸŒΌπŸ’«πŸŒΌπŸ’«πŸŒΌπŸ’«πŸŒΌπŸ’« 🌼

Mari kita perbaiki komunikasi dalam keluarga kita, terutama pada anak-anak kita, yang pada dasarnya mereka tidak ingin dibentak atau diteriaki. Semoga kita berhasil menjadi orang tua yang sukses.
Aamiin
*Biro jodoh rumah Asmara*
*Solusi mendapatkan jodoh untuk mecapai Sakinah mawaddah warahmah*πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

πŸ”†πŸŒΈπŸ’«πŸŒΌπŸ’« 🌼🌈

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN UNGGULAN

Boleh Pintar, tapi Integritas dan Kejujuran lebih penting

Minggu yang lalu, saya tersentak, begitu membaca sebuah tulisan teman di salah satu media sosial. Saya berpendapat bahwa informa...