Jumat, 18 Januari 2019

SIAPAKAH SEBENARNYA BAHLUL ITU?

"Bahlul" adalah kata yang biasa kita gunakan untuk mensifati orang yang bodoh, tapi tahukah kita dari mana asal kata itu..?



Dikisahkan, bahwa sesungguhnya BAHLUL adalah seorang yang dikenal sebagai orang gila di zaman Raja Harun Al-Rasyid (Dinasti Abbasiyah).

Pada suatu hari Harun Al-Rasyid lewat di pemakaman / pekuburan, dilihatnya Bahlul sedang duduk di sana. Lalu berkatalah Harun Al-Rasyid kepadanya :

"Wahai Bahlul, kapankah kamu akan berakal/sembuh dari gila.. ?".

Mendengar pertanyaan  itu Bahlul beranjak dari tempatnya dan naik ke atas pohon, lalu dia memanggil Harun Al-Rasyid dengan sekuat suaranya dari atas pohon,

" Wahai Harun yang gila, kapankah engkau akan sadar....? ". Maka Harun Al-Rasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya seraya berkata : "Siapa yang gila, aku atau engkau yg selalu duduk di atas kuburan...?"

Bahlul berkata : "Aku berakal dan engkau yang gila". Harun Al-Rasyid berkata : "Bagaimana itu bisa...?". 

Bahlul menjawab : "Karena aku tahu bahwa istanamu akan hancur dan kuburan ini akan tetap ada, maka aku memakmurkan kubur sebelum istana, dan engkau memakmurkan istanamu dan menghancurkan kuburmu, sampai- sampai engkau takut untuk dipindahkan dari istanamu ke kuburanmu, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti masuk dalam kubur, maka katakan wahai Harun siapa yang gila di antara kita...?". Mendengar penjelasan Bahlul seperti itu, bergetarlah hati Harun Al-Rasyid, lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya. Setelah itu Harun Al-Rasyid berkata : "Demi ALLAH engkau yang benar, tambahkan nasehatmu untukku wahai Bahlul". Setelah mendengar perkataan Harun Al-Rasyid, Bahlul berkata : "Cukup bagimu Al-Qur'an, jadikanlah pedoman". 

Harun Al-Rasyid bertanya : "Apa engkau memiliki permintaan wahai Bahlul....? Aku akan penuhi". 

Bahlul berkata : "Iya aku punya 3 (tiga) permintaan, jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu".

Harun berkata: "mintalah"

Permintaan Bahlul  yang pertama: "Tambahkan umurku". 

Harun Al-Rasyid menjawab : "Aku tidak mampu memenuhi",

Permintaan Bahlul yang kedua : "Jaga aku dari Malaikat maut".

Harun Al-Rasyid menjawab : "Aku tidak mampu memenuhi",

Permintaan Bahlul yang ketiga : "Masukkan aku ke dalam surga dan jauhkan aku dari api Neraka".

Harun Al-Rasyid : "Aku tidak mampu memenuhi juga".

Bahlul berkata : "Ketahuilah bahwa engkau dimiliki (seorang hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak perlu padamu".

Kisah ini dikutip dari kitab yang berjudul عقلاء ﺍﻟﻤﺠﺎﻧﻴﻦ "Orang-orang Gila Yang Berakal".

Pada umumnya di Indonesia menggunakan kata BAHLUL untuk mengatakan bahwa seseorang itu bodoh, padahal sesungguhnya Bahlul itu adalah seorang ulama yang sangat cerdas, nama lengkapnya Syech Bahlul Majnun dan yang bersangkutan merupakan Ulama yang hebat dan disegani pada jamannya.

Makam Syech Bahlul Majnun berada di Baghdad Irak.

Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN UNGGULAN

Paskibraka Kab.Wajo Parade I di SMA 7 Wajo