Rabu, 29 Juni 2011

Makassar Mall Diduga Disabotase

Rabu, 29 Juni 2011 | 01:12:06 WITA | 837 HITS

Makassar Mall Diduga Disabotase


Titik Kebakaran Bersamaan Empat Titik


MAKASSAR, FAJAR-- Spekulasi penyebab kebakaran hebat yang melanda Makassar Mall berhembus kencang di tengah ribuan pedagang yang menjadi korban. Mayoritas pedagang yang ditemui menyebut kebakaran itu terjadi diduga akibat aksi sabotase atau adanya unsur kesengajaan yang mengakibatkan pusat pertokoan tertua di Makassar ini terbakar.


Pedagang berasumsi bahwa kebakaran ini tidak mungkin dipicu arus pendek listrik, yang dihembuskan pihak-pihak terkait. Alasannya, saat aktivitas pasar ditutup atau sekira pukul 18.00 Wita, aliran listrik yang menyuplai gedung ini dipadamkan melalui gardu induk. Karenanya, mulai saat itu pedagang memastikan tidak ada lagi aliran listrik. Pemadaman listrik sendiri dilakukan teknisi Makassar Mall yang memang bertanggung jawab memadamkan aliran listrik setiap hari.


Selain karena tidak ada aliran listrik mulai pukul 19.00, para pedagang juga mencurigai titik-titik api pada saat terjadi kebakaran awal. Menurut para pedagang dan saksi di lokasi menyebutkan bahwa begitu terbakar, titik kebakaran langsung pada empat sudut, utamanya di sekitar akses masuk.


"Ini yang mengherankan kita, kenapa saat kebakaran langsung bersamaan di empat titik. Makanya, kami curiga ini ada yang tidak beres," ujar Ketua Pedagang Kaki Lima Sektor Barat, Andi Mansur.


Akibat terjadinya percikan api di empat titik secara bersamaan, mengakibatkan para pedagang tidak bisa menyelamatkan barang dagangan mereka. Karena begitu mau masuk dari arah timur, barat, dan selatan, api juga sudah ada. Kendati titik api pertama kali terlihat dari arah pintu utara.


Ketua Asosiasi Pedagang Makassar Mall, M Sahib yang ditemui di lokasi kejadian menegaskan kebakaran yang terjadi di pasar ini lebih karena adanya unsur kesengajaan atau sabotase dari onkum tidak bertanggung jawab. "Pukul 18.00, aliran listrik melalui gardu induk dimatikan. Jadi tidak masuk akal kalau ini akibat listrik. Saya menduga ini ada unsur sabotase," kata Sahib. Makanya, dia mendesak kepolisian utamanya Polda Sulsel untuk mengusut tuntas kebakaran Makassar Mall, guna memastikan penyebab terjadinya bencana tersebut. Dia berharap, penyebab kebakaran Makassar Mall tersebut dibuka seluas-luasnya agar masyarakat bisa tahu. Apalagi sejauh ini banyak kasus kebakaran fasilitas umum termasuk kebakaran Pasar Butung yang tidak jelas penyebabnya hingga saat ini.


"Saya tantang aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kebakaran ini. Polisi harus memeriksa pihak-pihak terkait," kata Sahib.


Dia berharap, kepolisian tidak mendiamkan kasus kebakaran ini sehingga apa yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran secepatnya terungkap ke publik. Apalagi, kebakaran ini mengakibatkan ribuan pedagang menderita kerugian dalam jumlah besar.


Sejumlah pedagang yang ditemui di lokasi juga menegaskan kecurigaannya terhadap dugaan penyebab terjadinya kebakaran ini. Mereka menganggap isu arus pendek sebagai penyebab kebakaran ini adalah tidak benar. "Mana mungkin arus pendek kalau malam semua dimatikan listriknya," kata Abd Kahar.


Menyikapi dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran Makassar Mall ini, Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur yang meninjau lokasi siang kemarin langsung membantahnya. Menurut dia, tidak mungkin ada oknum yang dengan segaja melakukan pembakaran terhadap pasar ini.


"Janganlah isu itu dikembangkan. Tidak benar kalau ada pihak yang mau sengaja membuat pasar ini terbakar. Begitu juga pemerintah tidak mungkin mau berpikiran seperti itu. Saya terus terang merasa lumpuh melihat kondisi para pedagang," kata Supomo.


Supomo sendiri tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kebakaran ini apakah karena arus listrik atau karena dugaan kesegajaan. Supomo meminta agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya kepada petugas kepolisian untuk mengusut penyebab terjadinya kebakaran tersebut.


Yang pasti, menurut dia, peristiwa ini adalah bencana yang cukup besar yang dialami oleh para pedagang dan pemerintah. "Ini adalah bencana besar kita, karena Makassar Mall ini adalah pusat kegiatan ekonomi di Makassar," tambah Supomo.


Peristiwa kebakaran ini mengakibatkan kerugian materil yang cukup besar, namun tidak sampai mengakibatkan korban jiwa. Menurut versi pedagang, besarnya kerugian yang diderita diperkirakan mencapai Rp1 triliun. Sementara pihak terkait baik pengelola PD Makassar Raya belum bisa mengkalkulasi besarnya kerugian pedagang. Yang pasti menurut dia, kebakaran ini mengakibatkan kerugian cukup besar.


Terpisah, Kapolsekta Wajo, Kompol Sumarno menyebutkan bahwa informasi sementara yang diperoleh menyebutkan bahwa, sumber api pertama kali dari lantai dasar Blok B. Di blok ini, kebanyakan dagangan korban adalah barang yang mudah terbakar. Adapun penyebab kebakaran, pihaknya mengaku belum memiliki gambaran.


"Kita belum tahu apa penyebabnya. Itu nanti akan menjadi tugas tim forensik untuk menguak apa yang menjadi penyebabnya, termasuk mencari titik apa pertama kali," kata Sumarno.


Adapun kecurigaan sejumlah pedagang, Sumarno menegaskan bahwa para korban boleh saja curiga mengenai penyebab kebakaran ini. Namun dia berharap, pedagang tetap menunggu tim forensik bekerja untuk mengungkap kasus tersebut.


Hingga sore kemarin, tim forensik belum bisa melakukan penyelidikan karena api belum sepenuhnya dipadamkan. Tim forensik diperkirakan baru akan melakukan penyelidikan hari ini. "Forensik belum bisa bekerja, kita tunggu sampai api benar-benar padam," tambah Sumarno.


Data yang diperoleh dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa, jumlah pedagang yang terdata sebanyak 3.019. Sebagian pedagang tersebut ada yang menggunakan hall, namun sebagian besar adalah pedagang yang memiliki los atau kios.


Kabag Ops Dinas Pemadam Kebakaran Makassar, Bahtiar Tawing menyebutkan bahwa proses pemadaman kobaran api di Makassar Mall terbilang berat, karena petugas kebakaran tidak bisa masuk ke dalam. Pemadam hanya bisa menyemprot dari semua sisi. "Semua kaca gedung juga sudah dipecahkan untuk menyemprotkan air ke dalam. Kita perkirakan, kondisinya bisa kita padamkan betul hingga malam," kata Bahtiar.


Dalam proses pemadaman api ini, seluruh armada yang dimiliki dikerahkan (20 unit), termasuk mengerahkan kemampuan petugas pemadam. Selain armada dari pemadam sendiri, pihak PDAM juga memberi bantuan empat tangki.


Kecil Kemungkinan


Humas PLN Wilayah Sulselrabar, Muh Yamin Lole, kepada FAJAR menjelaskan, peristiwa kebarakan yang di sebabkan arus pendek di atas waktu beban puncak tidak berisiko. Menurut dia, beban puncak listrik di Sulsel berakhir pukul 22.00 Wita, sementara kejadian pukul 00.15 Wita. Saat itu aliran listrik sudah lebih stabil.


“Sangat kecil kemukinan dugaan itu. Apalagi memang tak ada aktivitas di dalamnya. Kecuali kalau memang ada aktivitas kontruksi yang luar biasa saya tidak tahu,” kata M Yamin.


Bangunan besar apalagi sekelas mal harus dilengkapi Surat Jaminan Instalasi (SJI), sekarang disebut Sertifikat Laik Operasi (SLO). Sebelum beroperasi, sertifikat SLO sebuah gedung akan diberikan oleh


KomiteNasional KeselamatanuntukInstalasi Listrik(Konsuil).Jika tak dilengkapi dekomen ini tak mungkin diberi aliran lisitrik.


Yamin juga menuturkan, kemungkinan dugaan bahwa ada faktor kesengajaan Makassar Mal dibakar juga tak sepenuhnya benar karena bisa jadi ada error di system kelistrikan pengelola gedung.


Yamin hanya menegaskan, tanggung jawab PLN hanya dari tiang saluran ke gardu gedung. Instalasi di dalam Makassar Mall ditangani langsung oleh pengelola gedung sendiri. (sah-aci)

2 komentar:

  1. Makassar mall sengaja dibakar developer. Jika tidak, maka PT MTIR wajib membeli kembali seluruh ruko & kios utk diserahkan ke pemda 6 tahun lagi sesuai perjanjian. PT Melati sebenarnya hanya berhak menyewakan karena harus dikembalikan ke pemda. Pedagang berhak atas penggantian pasar karena sudah bayar service charge yg digunakan utk bayar asuransi. Makassar mall akan dibangun kembali dg uang asuransi & dijual kembali ke pedagang dan PT melati untung sekali lagi

    BalasHapus
  2. sURVEY MEMBUKTIKAN......

    BalasHapus