Jumat, 08 Juli 2022

7 Manfaat Membiarkan Anak Bermain Hujan-hujanan, Serta Cara Supaya Tetap Sehat



Di musim hujan seperti sekarang, sebagian orang berusaha melindungi diri dari air hujan. Sebab, banyak orang khawatir jika kehujanan bakal terserang flu dan penyakit lainnya.

Tapi ternyata air hujan memiliki beragam manfaat, salah satunya mampu membantu menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. Manfaat ini bisa dirasakan oleh semua batas usia. Lalu, bagaimana jika membiarkan anak bermain hujan? Apakah tetap bisa mendapat manfaatnya?

Berikutmanfaat membiarkan anak bermain hujan-hujanan yang dikutip dari berbagai sumber:

Stimulasi Kemampuan Motorik

Manfaat membiarkan anak bermain hujan-hujanan yang pertama pastinya mampu menstimulasi kemampuan fisik dan motoriknya. Banyaknya gerakan tubuh seperti berolahraga dengan melompat, menengadahkan kepala, berlari, menendang hujan, dan bermain cipratan air dengan teman-temannya.

Banyaknya aktivitas dan gerakan fisik tersebut akan menstimulasi motoriknya untuk berkembang, lebih lincah, bisa koordinasi, serta melatih kecerdasan logika berpikir anak.

Merangsang Imajinasi dan Kreativitas Anak

Melalui bermain hujan, anak akan terpancing untuk melakukan hal-hal baru dan merangsangnya untuk lebih kreatif. Anda akan melihat anak mulai memanfaatkan elemen di alam, seperti membuat kapal dari daun atau kertas di genangan air, menampung air hujan, dan bermain seluncur di rumput.

Lama kelamaan anak akan mulai berimajinasi, entah menjadi seorang kapten kapal, bermain peran superhero dengan temannya, dan menjadi penari dengan backgdround rintik hujan. Secara tidak langsung, praktik sederhana ini akan merangsang kecerdasan alami anak dengan cara menyenangkan.

Menguatkan Tulang

Dari sekian banyak studi menunjukkan bahwa tulang bisa semakin kuat karena hujan. Ion negatif yang terkandung di dalamnya menghasilkan reaksi biokimia, lalu menetralkan keasaman tubuh, dan menghancurkan radikal bebas.

Apalagi ditambah dengan gerakan fisik yang lincah tadi, pastinya masa pertumbuhan dan perkembangan tulangnya menjadi lebih optimal.

Mempertajam Indra

Manfaat membiarkan anak bermain hujan-hujanan berikutnya ialah membantu mempertajam indra. Melalui pengenalan langsung di alam, anak yang dalam proses peningkatan keseimbangan akan lebih peka. Anak merasakan perubahan sensor dari panas ke dingin, dan sebaliknya.

Anak mulai mengenali aroma segar hujan, tanah basah, bunyi hujan, dan lain sebagainya. Rasa penasaran yang tinggi dari anak akan meningkatkan indranya serta mengenal perubahan kondisi, tentunya bermanfaat ketika dewasa kelak.

Merangsang Kekebalan Tubuh

Semakin terbiasa untuk anak terguyur hujan, akan membantu tubuh merangsang kekebalan tubuh menjadi lebih aktif dan terbebas dari racun. Tubuh anak akan mulai belajar beradaptasi dengan perubahan suhu lingkungan, hal ini juga mampu melatih imunitasnya.

Mengenal Alam Secara Langsung

Manfaat membiarkan anak bermain hujan-hujanan selanjutnya ialah membuat mengenal alam secara langsung. Anak akan lebih mudah menambah ilmu pengetahuan tentang alam atau sains yang berkaitan dengan hujan dan air.

Setelah anak usai bermain, Anda bisa memberinya pencerahan mengenai dari mana asal hujan, pelagi bisa muncul setelah hujan di saat tertentu, reaksi tanah dan tanaman, dan sebagainya.

Berlatih Tanggung Jawab dan Disiplin

Anda bisa memberi izin pada si kecil untuk bermain hujan, namun dengan syarat anak belajar untuk bertanggung jawab atas pakaian basahnya. Kemudian mendisiplinkan kadar waktu bermainnya.

Semisal memberi anak waktu maksimal 30 menit, langsung pulang dan mandi sekaligus membersihkan baju kotornya. Anak akan belajar menjaga kepemilikannya.

Aktivitas anak di alam terbuka akan membentuk hubungan yang kuat dengan alam sekitar, meningkatkan kebahagiaan, semakin penasaran, dan bereksplorasi.

Supaya Tetap Sehat Bermain Hujan

1. Sehat Sebelum Bermain

Pastikan bahwa anak dalam kondisi baik dan sehat sebelum bermain hujan-hujanan. Apabila anak tipe yang mudah sakit, bisa minum penambah imun anak yang biasa dikonsumsinya, sebelum dan sesudah hujan.

2. Menggunakan Jas Hujan dan Sepatu Boot

Menggunakan pelindung luar akan meminimalisir bakteri dan kuman secara langsung. Semisal anak Anda berdiri di bawah saluran pipa pembuangan dari atas genting. Biasanya kotoran di atas akan ikut turun, entah kotoran burung atau tikus.

3. Mandi Air Hangat

Setelah selesai bermain hujan-hujanan, ingatlah untuk langsung memandikan anak dengan air hangat. Karena air hangat akan membantu suhu tubuh anak kembali stabil. Gunakan pula sabun antiseptic supaya terhindari dari kuman penyakit. Tidak membiarkan anak berlama-lama dengan baju basahnya.

4. Tidur Cukup, Nyenyak, dan Hangat

Setelah bermain air biasanya anak akan menjadi lelah dan mengantuk. Anda bisa membimbing anak untuk mandi, makan, dan lanjut tidur. Anak usia 5 hingga 10 tahun membutuhkan waktu cukup tidur sekitar 10 hingga 11 jam setiap malamnya. Tidur yang cukup akan membantu sistem imunitas anak bekerja.

5. Asupan Gizi Seimbang

Guna menjaga kondisi anak tetap sehat dan prima meski bermain hujan, Anda bisa memberi membuatkannya sup hangat, susu, bubur atau secangkir teh. Setelah mandi, makanan hangat dan bergizi penuh protein, vitamin, mineral, zat besi dan karbohidrat, akan membantu tubuh lebih optimal dalam meningkatkan kekebalan tubuh.
6. Mencuci Tangan dan Potong Kuku
Setelah puas bermain di alam, biasanya anak akan pulang membawa kuman tertentu atau ada kotoran yang terselip di kuku. Pastikan anak mencuci bersih tangannya sebelum makan setelah mandi tersebut. Cek pula kuku anak dan menjaganya tetap bersih.
7. Bukan Air Hujan yang Pertama
Tunggulah sekitar 20 menit, hingga polutan udara berbahaya yang ikut turun bersama air hujan yang masih awal tidak mengkontaminasi kulit anak. Jika dirasa hujan sudah turun cukup lama dan aman, baru anak boleh bermain hujan.

Itulah beberapa manfaat membiarkan anak bermain hujan-hujanan, serta cara supaya tetap sehatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN UNGGULAN

Boleh Pintar, tapi Integritas dan Kejujuran lebih penting

Minggu yang lalu, saya tersentak, begitu membaca sebuah tulisan teman di salah satu media sosial. Saya berpendapat bahwa informa...