Jumat, 17 Mei 2019

Cerita Anak Sekolahan tahun 60-90 an

 Pergi sekolah jalan kaki
Ndak pernah diantar apalagi dijemput
Pakai baju & sepatu sendiri
bahkan kadang hanya pakai sandal
Baju disterika pakai arang
Kadang melekat di baju sisa arangnya
Hujan tak ada payung
terpaksa hanya pakai daun pisang
Tak ada jas hujan,
tapi biasanya pakai kantong plastik...tdk pakai tas, hanya pakai kresek atau kantong plastik bekas bungkus sarung..



Pulang sekolah tak ada tidur siang
Karena harus pergi mengaji
Sebelum mengaji harus angkat air di rumah guru mengaji
Terlambat mengaji dihukum dengan “ di epe”
(jari dijepit diantara rangkaian rotan).
Berlomba cepat pulang saat mengaji
Singgah di sungai …
Berenang sembari tangan ke atas bawa sepatu
Meski kotor tapi tak pernah kita gatal2
Main hujan tak pernah influenza
Karena kita sangat bersahabat dengan alam

Senangnya mengerjai teman sekolah
Menyimpan gula karet di tempat duduknya
Atau menempel kertas dibelakang bajunya
Bertulis, “saya orang gila”
Atau menyimpan barang “aneh” dibangkunya
Misalnya jangkrik atau kecoa
Bangku yang panjang dan kursi panjang
kalau Guru tahu, dicambuk satu kelas…

Perempuan Bermain pakai karet
Maddanda (Melompati gambar di tanah)
Mammini (Melompati talian karet)
Maggulaceng ()
Mabbekkele (pakai bola dan bantal2 kecil)
Yang laki-laki ma enggo (dikejar)
Mang asing asing (menghadang)
Manggolo (main bola)
Mattingko  (umpet)
Ma' baguli (main kelereng)
Kalau gabung palingan
Makkasti
Mabboi
Maccukke…
dan tentu yang paling mengasyikkan
adalah main layang-layang
disertai pitu-pitu (suara pita yang dipasang dilayangan)

Sakit kita tak pernah dibawa ke dokter
Tetapi ditempeli saja ramuan daun2 di jidat
Kalau parah sedikit paling ke puskesmas
Obatnya hanya antalgin dan paracetamol
Terserah mau penyakitnya apa…
Tak ada penyakit yang membahayakan
Hanya semacam salesma
Atau kena paku di jalan
Atau kena pecahan beling
Atau jatuh karena kajili-jili saat bermain...setelah dianggap sehat, biasanya dimandi pakai ramuan daun daun atau di asapi...

Semua teman sama
Tak ada pacar-pacaran
Bermain berbaur laki perempuan
“kalau orang dewasa mengejek kita pacaran sama si “anu”
Wajah kita memerah karena malu
Kadang kita menangis karena tidak terima diejek
Pulang “mappicceng” (mengadu) ke orang tua
Tapi orang tua cuma ketawa

Kita dipukul guru di sekolah
Atau dijemur di depan kelas
Disuruh berdiri dengan satu kaki
Dilempar penghapus sampai memutih muka
Tak pernah kita mengadu ke orang tua
Kita takut sekali sama bapak dan ibu guru
Coba mengadu ke orang tua, pasti kita yang salah
“Karena kau memang madongo (bodoh) dan mebetta (nakal)

Jajanan di sekolah tidak ada yang bahaya
Permen gula merah yang dialirkan dipelepah pisang
Roti pawa
Taripang
Sanggara utti (pisang goreng)
Sanggara lame (ubi goreng)
Gorengan pake tai minyak (Endapan minyak goreng)
Minum es lilin
atau minuman khas warna merah jambu
Pake prambosen
atau sirup DHT
Kadang sampai tamat masih punya utang di kantin

Kalau tidak sampai ke sekolah
ataukah bolos
ataukah cili (cepat pulang)
Karena guru ada acara atau rapat.
Kita tidak tawuran
Apalagi narkoba, kita belum tahu semua itu
Tapi…Singgah menonton penjual obat di pasar

Televisi belum banyak
Hitam putih pakai lemari
Dengar musik pakai radio transistor kalungan
Dengan music di radio RRI
atau kaset pakai pita
yang diputar pakai pinsil atau korek api
kalau gulungan kaset sikota2 (kusut)
Ribetnya minta ampun
Listrik belum dua puluh empat jam
Kadang belajar pakai pelita
Hitam semua hidung sebab asapnya

Tontonan favorit saat itu adalah….TVRI
Si Unyil
ACI (Aku Cinta Indonesia)
Rumah Masa Depan
Aneka Ria Safari
Kamera Ria
Dunia Dalam Berita
Film Cerita Akhir Pekan
Selekta Pop
Keluarga Cemara
Cerdas cermat (SD)
Tebak Tepat (SMP)
Cepat Tepat (SMA)
Film kartunnya si Huma dan Windi
Kuisnya berpacu dalam melodi

Kalau ada acara pernikahan atau hajatan tetangga
Kita asyik bermain sampai larut malam
Karena kita tak dicari orang tua
karena mereka juga sibuk
Sampai-sampai kadang tidak ke sekolah
Lalu, ketemu guru di acara pesta/hajatan,
Lari sembunyi takut ditanya
“mengapa tidak ke sekolah?”

Saat telah remaja atau dewasa
Kita menyukai teman
Tapi malu bilang
Sampai tak pernah berani mengatakan
Dingin semua tubuh saat bertemu
Hanya pakai surat cinta
Yang dibeli di toko
Berwarna merah jambu
Harumnya khas

Kalau ada acara mau juga foto-foto
Masih pakai rol 10, 24 atau 36
Kalau “klise” nya terbakar…ampun deh…
"cucinya" hanya tempat tertentu
hanya ada di kota
ditunggu sampai bermalam
bahkan sampai berhari2
ketika itu namanya Kodak
jadi kalau minta di foto bilang
“Kodak ka dulu”
Karena rol yang dipake hanya dua
Kodak (kuning) atau fuji film (hijau)

Kalau lagi panen
Enaknya makan di sawah
Di rumah seperti gazebo
Atau di atas pematang
Ke sawah “massangki” (menebang padi)
Massampa (memisahkan biji dengan pohon padi)
Mangesso (menjemur padi)
Mappaberre (penggilingan)
Sisa kulit padi menjadi “awang”
Lalu dibakar di bawah rumah
Bersama teman “maggoce goce" (mabbenno) (semacam pop corn)
 atau makkambacu (tdk merekah)

Kalau pergi2 jalan kaki
Hanya orang kaya yang pake motor
Itupun motor bebek
atau motor Binter
Apalagi naik mobil
Mobil hanya yang punya pak camat
Mobil Toyota warna orange
Yang populer kala itu naik sepeda
Bernama sepeda jonga
Atau disebut sepeda singking
Kadangkala harus mabbendi (dokar)
atau Makkaroba (dokar terbuka)

Kalau dikasi uang paling lima rupiah
Itu sudah banyak
Karena jajanan hanya satu rupiah
Uang kertas seratusan warna merah
Hanya milik anak orang kaya

Yang menggelikan adalah
soal buang air besar
belum ada toilet di rumah
terpaksa jauh ke belakang
disemak-semak
atau di sawah
di atas sungai/kali
Sumur jauh dari rumah
Angkat airnya jauh sekali

Pergi ke hutan
atau ke ladang
mencari kayu bakar
Masih pakai dapo (tungku tanah)
Pancinya bernama lowa
(semacam panci tapi dari tanah)
Meniup api pake bambu
namanya Pabberung
tidak pake minyak tanah
tapi dengan daun kelapa kering

Begitulah sebagian nostalgia
Mereka yang lahir tahun 70-90 an ke atas…
Kalau Anda pernah merasakan ini semua
Pasti tersenyum sendiri
Atau mungkin terharu…
Atau bahkan saking terharunya
Tak terasa air mata menetes
Mengenang betapa indahnya
Hidup kita yang lalu
Terasa ingin kembali
Ke dunia itu yang meski susah
Tapi terasa sungguh bahagia....

😍😍🙏🙏 #copas#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN UNGGULAN

Dokumentasi Paskibraka Kab.Wajo Parade I di SMA 7 Wajo