Kamis, 12 Maret 2026

"Sisa Abu dan Janji yang Terenggut"

Mojtaba khamenei: ​"Tuhan, apakah ini yang dinamakan sunyi? Keheningan yang begitu tajam hingga mampu membelah j4ntungku menjadi serpihan-serpihan kecil.
​Lihatlah, Ayah... Ibu... Saudaraku, dan engkau, malaikat kecilku yang lucu. Kalian tidak lagi menyambutku dengan tawa di ambang pintu. Kini, kalian hanya menatapku dari balik kaca bingkai yang dingin. Aku memanggil nama kalian, namun yang menjawab hanyalah desau angin yang membawa bau mesiu dan sisa-sisa keh4ncuran.

​Awal tahun 2026 ini, mereka tidak datang membawa cahaya tahun baru. Mereka datang membawa api dari langit, membawa besi-besi taj4m yang merobek rumah kita, merobek kenangan kita, dan merobek masa depanku menjadi abu. Kalian pergi saat duniaku belum sempat kuceritakan sepenuhnya pada kalian. Kalian hilang dalam sekejap, ditebas oleh ar0gansi yang menyebut diri mereka pembawa perdamaian, padahal mereka adalah pengirim m4ut.
​Bagaimana mungkin aku melanjutkan langkah, ketika separuh jiwaku telah terkvbur di bawah tanah ini? Setiap kali aku memejamkan mata, aku masih mendengar suara tawa keponakanku yang lucu, aku masih merasakan hangat pelukan Ibu, dan nasihat bijak dari Ayah. Namun, saat kubuka mata, yang tersisa hanyalah kepulan asap invasi yang menari-nari di atas puing-puing kehidupan kita.

​Ya Rabb, berikan aku kekuatan untuk tidak h4ncur menjadi dend4m. Biarkan air mataku menjadi saksi di hadapan-Mu, bahwa di sini, di tanah ini, sebuah keluarga telah menjadi martir bagi harga diri yang coba mereka r4mpas.
​Pergilah dengan tenang ke keabadian, kalian adalah permata yang dicvri oleh b4dai. Aku akan tetap di sini, memegang teguh sisa kenangan kita, sampai waktu yang memanggilku untuk kembali memeluk kalian di tempat di mana tidak ada lagi p3luru, tidak ada lagi invasi, dan tidak ada lagi perpisahan."😭😭😭😭😭😭

Tidak ada komentar:

ABIOGRAFI NURDIN

ABIOGRAFI NURDIN
Klik Aja!

POSTINGAN UNGGULAN

"Quotes of the day" Pembina SMA 7 Wajo