Jumat, 31 Juli 2020

PAPPASENG TOMATOWA

To Matowatta Riolo iyarega To Mariolota (orang-orang terdahulu/leluhur) adalah orang-orang yang "TIDAK BERSEKOLAH " seperti kita pada hari ini yang Sarjana, Magister, bahkan sudah Doktor. Tetapi mengapa orang tua kita tampaknya lebih baik, arif dan bijaksana?



Mereka begitu kuat
Mereka sabar
Mereka tak pernah berkeluh kesah
Mereka selalu bersyukur
Mereka senantiasa berpikir positif

SEBAB MEREKA.....,

Malempu (Jujur)
Dekna mangoa (tidak serakah)
Dekna mangimpuru (Tidak pernah iri)
Magetteng (tegas dalam kata, teguh dalam perbuatan)

Mappasitinaja (Yang ini pantas, yang itu tidak pantas saya lalukan)
Matanre siri (Malu jika melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya)

Pesan leluhur yang takkan pernah pupus. Tetapi saat ini ia tak hanya sirna dalam tekstual tapi menghilang di dunia kontekstual. Peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa kita pada kehidupan yang tak lagi menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan sebagaimana yang telah diwariskan leluhur kita, padahal dunia mereka tak banyak disentuh dengan akademika ilmu pengetahuan.
Mengapa mereka *SUKSES* menjalani hidupnya?

Hidup mereka,
MABBARAKKA  (penuh berkah).         
Orang tua kita memiliki   anak yang banyak, bisa sampai 7, 10 bahkan mungkin  selusin…tapi mereka tetap sabar dan tak pernah mengeluh dengan keadaan. Tak pernah berpikir jalan pintas (shortcut) untuk mencapai sesuatu.

 Filosofi “NANRE NA PEJJE " (nasi dan garam) bukan hanya sebatas kata melainkan benar-benar terwujud dalam kehidupan nyata. Itulah sebabnya mereka *“sukses”* menjalani kehidupan yang sesungguhnya, "tak ada apa-apanya” dibanding kehidupan hari ini yang serba “wah” atau serba *wwwaaaaoooo.*

*Iyami ri ala sappo, getteng, lempu na ada tongeng" (Jadikan keteguhan, kejujuran dan ucapan yang benar sebagai pagar kehidupan).

Sibawa...

"Resopa teng mangingngi na malomo na letei pammase dewata"
( Usaha yang sungguh dan sabar adalah titian akan datangnya Rahmat Allah SWT).

*Aja mu mangoa nasaba iyatu ngowae cappu ri pale cappa'na*
(Jangan serakah sebab ujung-ujungnya kau akan kehilangan segalanya).

"Aja mualai tennia taneng-tanemmu" (Jangan mengambil sesuatu yang bukan bagianmu)..

Insyallah Semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar