Sabtu, 10 Desember 2016

Model Pembelajaran


Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Model pembelajaran dalam matematika yang dikenal antara lain:

  1. Model penemuan terbimbing : Dalam model ini, guru berperan sebagai fasilitator, yaitu membimbing di saat siswanya memerlukan. Siswa didorong untuk berpikir sendiri, menganalisis sendiri, hingga akhirnya mampu menemukan prinsip umum berdasarkan bahan atau data yang disediakan oleh guru. Sampai di mana siswa dibimbing, tergantung dari kemampuan dan materi yang sedang dipelajari. Model ini memakan waktu yang cukup lama, namun sebanding dengan hasil yang dicapai. Pengetahuan baru akan lebih melekat pada siswa apalagi jika mengaplikasikan pengetahuan lama yang sudah dipelajari sebelumnya.
  2. Model pemecahan masalah : Ismail (2003, 33) menyebutkan langkah-langkah dan peran guru- siswa dalam model pembelajaran berbasis pemecahan masalah yaitu orientasi siswa kepada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual atau kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Beberapa strategi yang biasa dilakukan antara lain dengan cara membuat gambar atau diagram, bergerak dari belakang, memperhitungkan setiap kemungkinan, mencoba pada soal yang lebih sederhana, membuat tabel, menemukan pola, memecah tujuan, berpikir logis, mengabaikan hal yang tidak mungkin, serta coba-coba.
  3. Model pembelajaran kooperatif : Slavin (1991) menyatakan bahwa dalam belajar kooperatif, siswa bekerja dalam kelompok saling membantu untuk menguasai bahan ajar. Beberapa jenis kegiatan kelompok menurut Slavin (1985), Lazarowits (1988), Sharan (1990) antara lain:
    • Circle learning/ learning together ; belajar bersama
    • Investigation group ; grup penyelidikan
    • Co-op co-op
    • Jigsaw
    • Numbered Heads Together
    • Student Teams Achievement Division (STAD)
    • Team Accelerated Instruction (TAI)
    • Teams Games Tournament (TGT)
  4. Model pembelajaran kontekstual : Model ini dimulai dengan memberikan soal yang riil bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya (masalah kontekstual). Siswa diberikan kebebasan untuk mengembangkan dalam model matematis simbolik informal, kemudian saling bertukarpikiran dengan teman-temannya. Pada akhirnya guru akan merefleksi setiap hasil dan langkah yang telah dicapai oleh siswa.
  5. Model Missouri Mathematics Projects : Model ini hampir sama dengan Struktur Pengajaran Matematika. Tahap pendahuluan berupa apersepsi, revisi, motivasi, introduksi. Tahap pengembangan berupa pembelajaran konsep atau prinsip. Tahap penerapan yaitu pelatihan/ penggunaan konsep/ prinsip, pengembangan, skill, evaluasi. Tahap penutup meliputi penyusunan rangkuman dan penugasan. Kelebihannya adalah mampu merangkum materi yang banyak dalam waktu relatif sedikit. Namun, akibatnya siswa kurang ditempatkan pada posisi aktif sehingga cenderung cepat bosan.
  6. Model pengajaran langsung : Model ini masih berpusat pada guru, di mana secara garis besar langkah-langkahnya meliputi fase persiapan, demonstrasi, pelatihan terbimbing, umpan balik, pelatihan lanjut (mandiri). Adapun model ini masih relevan dalam pengenalan fakta dan juga melukis geometri.
Metode dan Teknik Mengajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar